Pergaulan Bebas: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya
DAMPAK PERGAULAN BEBAS
Seperti yang kita
ketahui dalam
era globalisasi dan perkembangan teknologi, kebebasan untuk mengeksplor dan berekspresi, serta kemudahan untuk mengakses segala informasi diberbagai belahan dunia melalui internet membuka peluang dan tantangan baru yang harus dihadapi oleh remaja-remaja. Kemudahan untuk bergaul dengan
siapapun melalui media sosial menimbulkan fenomena sosial yang menyimpang oleh
para remaja, menyebabkan tidak sedikit remaja yang terjebak dan terjerumus ke
dalam “pergaulan bebas.”
Kata “bebas” dalam
pergaulan bebas diartikan sebagai interaksi yang melewati batas-batas norma
yang telah ditetapkan oleh hukum maupun norma tak tertulis yang diciptakan oleh
masyarakat, itu mengapa pergaulan bebas dikatakan sebagai perilaku yang
menyimpang. Maka dari itu pengertian pergaulan bebas menurut B. Simanjuntak
“Pergaulan Bebas adalah sebuah proses interaksi antara seorang dengan orang
lain tanpa mengikatkan diri pada aturan-aturan baik undang-undang maupun hukum agama
serta adat kebiasaan.”
Maraknya pergaulan
bebas di era Gen Z ini membuat mereka yang terjebak melakukan hal-hal yang
tidak sesuai dengan adab seperti mabuk-mabukkan, mengonsumsi obat-obatan terlarang,
dan yang paling ditakutkan ialah seks bebas. Hal ini tentu membahayakan
bagi para remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas, berikut ini beberapa
dampak dari pergaulan bebas:
1. Kesehatan
Perilaku seks bebas adalah
salah satu yang tidak dapat dipisahkan dari pergaulan bebas. Remaja yang belum
banyak ilmu tentang seks akan melakukannya tanpa proteksi dan kehati-hatian.
Inilah yang menimbulkan beberapa penyakit pada tubuh kita. Berikut penyakit
yang dapat ditular:
·
Sifilis
Penyakit ini menyebar melalui
hubungan seksual, di mana antara pria dan wanita memiliki penyakit sifilis.
Sifilis ini rentan menular dengan orang yang sering ganti pasangan.
·
Ulkus Molle
Infeksi bakteri ini dapat
terjadi pada pria dan wanita. Penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri Haemophilus
ducreyi. Bakteri ini menyerang bagian luar kelamin yang menimbulkan luka dan
bintik kecil.
·
Hiv dan Aids
ini adalah virus yang
menyerang kekebalan tubuh. Virus ini juga didapat saat melakukan hubungan seks
dengan bergonta-ganti pasangan. Virus ini menginfeksi dan menghancurkan sel
CD4.
2. Psikologis
Pergaulan bebas memunculkan
akibat untuk kondisi psikologis dan risiko kejiwaan yang sulit untuk diobati.
Berikut adalah dampak pergaulan bebas pada psikologis:
·
Sulit berkonsentrasi
Pergaulan bebas menyebabkan
orang yang mengalaminya mengalami sulit untuk berkonsentrasi. Otak hanya
berpikir untuk melakukan hal-hal yang dilarang.
·
Halusinasi
Pergaulan bebas dapat
mengakibatkan perasaan bersalah yang berlebihan dan tidak wajar yang akan
mengganggu kehidupannya.
·
Depresi
Pergaulan bebas yang tidak
diinginkan atau tidak memuaskan secara emosional dapat meningkatkan risiko
kecemasan dan depresi.
3. Pendidikan
Yang terakhir merupakan
pendidikan. Bagi pelajar ataupun mahasiswa jika mereka sampai terjerumus ke
pergaulan bebas mereka akan tidak fokus dengan sesuatu yang harus mereka
jalankan. Berikut adalah dampak pergaulan bebas pada pendidikan
·
Prestasi akademik menurun
Orang-orang dalam pergaulan
bebas ini akan lebih mementingkan hal yang membuat ia senang dan melupakan
kewajibannya. Ini membuat prestasi akademik menurun.
·
Putus sekolah
Remaja yang lebih
mengutamakan egonya untuk terus bersenang-senang dan melakukan hal yang tidak
penting ini juga akan menyebabkan dia putus sekolah.
·
Hamil di luar nikah
Hamil di luar nikah banyak terjadi pada remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Gaya berpacaran remaja yang kini kian tidak terkontrol menyebabkan risiko kehamilan di usia muda bertambah.
Dari beberapa dampak yang
telah disebutkan di atas, sebagai upaya untuk mencegah seorang remaja
terjerumus ke dalam pergaulan bebas, perlu adanya upaya dari berbagai pihak seperti
keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pendidikan
kepada remaja, sehingga mereka dapat memutuskan pilihan yang bijak dalam
menjalani kehidupan sosial mereka dan tidak terjerumus ke dalam pergaulan
bebas.
Peran orang tua juga sangat
penting karena mereka lah yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter
anak, orang tua perlu melakukan komunikasi secara terbuka dengan sang anak,
memberikan pendidikan seksual, dan menjadikan diri sebagai contoh positif yang
dapat ditiru oleh anak. Oleh pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan
pengembangan diri, dan juga memberikan tempat bagi remaja untuk mencurahkan isi
hatinya dengan layanan konseling.
Komentar
Posting Komentar